Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Remaja

“Men Sana in Corpore Sano”. Mungkin kita sudah cukup familiar dengan pepatah romawi kuno tersebut. Ya, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Untuk memiliki tubuh yang sehat dibutuhkan jiwa yang sehat juga. Namun sayangnya, kesehatan mental menjadi salah satu hal yang sering diabaikan khususnya oleh remaja. Faktanya, 1 dari 3 remaja di Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. Hal ini berarti bahwa 15,5 juta remaja di tanah air mengalami gangguan pada kesehatan mental. 

Transisi dari remaja menuju ke dewasa yaitu antara usia 16-24 tahun merupakan masa di mana seseorang berhadapan dengan banyak tantangan dan pengalaman baru. Selain mulai memiliki legalitas hukum dan tanggung jawab yang meningkat, remaja di periode ini juga masih mengalami perkembangan biologis, psikologis, dan emosional bahkan hingga usia 20an. Remaja mulai menginginkan adanya kebebasan dan otonomi. Pada masa remaja, individu cenderung fokus untuk mendapatkan kebebasan emosional dari orangtua dan mengambil tanggung jawab dari tindakan mereka sendiri. Pengaruh teman sebaya menjadi lebih kuat dibandingkan dengan pengaruh dari orang tua. Tekanan dari kelompok teman sebaya dapat berdampak pada perilaku dan emosi yang negatif. Kasus remaja bunuh diri, membolos, dan tawuran merupakan bentuk permasalahan kesehatan mental remaja. Selain itu, remaja mengalami tuntutan pendidikan dan karir yang semakin berat. Hal ini juga berpengaruh pada kesehatan mental mereka. read more

Cegah Diabetes, Hindari Gula Berlebih !

Akhir-akhir ini, konsumsi makanan dan minuman manis di Indonesia meningkat. Konsumsi gula yang tinggi dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan salah satunya meningkatkan resiko penyakit diabetes melitus. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) jumlah penderita diabetes pada tahun 2021 di Indonesia meningkat pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai 28,57 juta pada 2045 atau menjadi lebih besar sebnyak 47% dibandingkan dengan jumlah 19,47 juta pada 2021. Konsumsi gula bagi tubuh merupakan hal yang sangat penting untuk menghasilkan energi dalam kegiatan sehari-hari, namun dalam konsumsi berlebih dapat meningkatkan tingginya risiko diabetes melitus. read more

Hubungan Kualitas Tidur terhadap Konsentrasi Belajar pada Mahasiswa Klaster Kesehatan Universitas Gadjah Mada

Dita Yulistiani1, Shalha Fajrani¹, Rina Nugrahanti¹, Muhammad Jundan Alif Fathan²
¹Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
²Mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Unit Kesehatan Mahasiswa (Ukesma) Universitas Gadjah Mada

Infografis penelitian dapat diklik pada link di bawah ini:

Hubungan Kualitas Tidur terhadap Konsentrasi Belajar pada Mahasiswa Klaster Kesehatan Universitas Gadjah Mada

Menurunkan Berat Badan 3-4 Kg dengan Diet Intermittent Fasting

Apa kabar dunia? sekarang zaman sudah berubah menjadi lebih maju dengan beragam inovasi. Salah satunya inovasi tersebut merambah ke dunia kuliner, dimana semakin banyak bermunculan makanan baru dengan tingkat kandungan yang beragam. Sejalan dengan kemajuan teknologi, kini masyarakat semakin mudah untuk mengakses berbagai makanan tersebut dengan minimnya perhatian dan kontrol terhadap kandungan yang ada didalamnya. Kemudahan dan sikap acuh terhadap kandungan makan tersebutlah yang dapat menimbulkan pola hidup tidak sehat. Pola hidup yang tidak sehat tersebut juga didukung oleh jenis pekerjaan yang kini semakin mudah dikerjakan di suatu ruangan dengan bantuan teknologi. Sehingga aktivitas fisik semakin minim dilakukan oleh masyarakat. Dari pola hidup masyarakat yang buruk itu lah dapat meningkatkan resiko penyakit metabolik seperti obesitas, diabetes mellitus tipe 2, penyakit jantung koroner, gangguan respirasi, maupun kelainan jaringan otot, sendi, dan tulang.  read more

Kendalikan diri, Burnout pada mahasiswa, dan Solusinya.

Menurut “Cambridge Dictionary”, Burnout adalah keadaaan kelelahan ekstrim atau perasaan tidak mampu bekerja lagi, dikarenakan oleh bekerja terlalu keras. American Psychological Association mendefinisikan burnout sebagai kelelahan fisik, emosional, atau mental disertai dengan penurunan motivasi, penurunan kinerja, dan sikap negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. Burnout disebabkan oleh kinerja tingkat tinggi hingga stres, ketegangan ekstrim yang berkepanjangan, beban kerja yang berlebihan, ketidak cocokan dengan pekerjaan, dan kurangnya penghargaan. Kata burnout pertama kali digunakan pada tahun 1975 oleh psikolog AS Herbert J. Freudenberger (1926–1999) untuk merujuk pada pekerja di klinik dengan beban kasus yang berat.  read more

Are you fighting a silent battle against a silent killer?

“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman,” ungkapan Koes Plus di lagu Kolam Susu menggambarkan kesuburan tanah Indonesia yang mampu menghadirkan beragam jenis nutrisi dalam bentuk makanan hewani dan nabati. Sayangnya, keberagaman makanan tersebut dapat menjadi resiko buruknya pola diet masyarakat yang gemar mengonsumsi makanan berlemak tanpa diikuti olahraga yang teratur. Tak heran, dikutip dari Kemenkes 2022, sebanyak 28% masyarakat Indonesia mengidap kolesterol tinggi dengan prevalensi mortalitas sebanyak 10%. Tingginya angka pengidap kolesterol pun menjadi salah satu penyebab tingginya pengidap penyakit jantung dan stroke, pembunuh dalam kesunyian atau the silent killer. read more

Berdamai dengan Masa Lalu

By : Kimiko Liora Precious

Dennala Maisya Putri, itu nama lengkapnya. Usia 18 tahun, hobi menulis, dan biasanya dipanggil Nala. Nala punya suatu kebiasaan unik. Kalau hari-hari nya lagi jelek, buku harian Nala isinya warna hitam semua. ‘Kan, hitam warnanya jelek, lalu cocok buat wakilin isi hati Nala yang gatau artinya apa,’ batinnya. Nala sendiri tinggal bersama mama yang selalu pulang saat ia tidur, ibarat bangunan yang tak lagi memiliki makna, bagi Nala rumahnya itu bukan lagi tempatnya berpulang. Mamanya juga biasa berangkat dini hari, jadi biasanya Nala hanya ketemu di mimpi. Tapi, anehnya, mimpi perempuan itu sepertinya hanyalah bayangan. Bisa jalan-jalan, masak, having fun bareng mama, lalu- read more

Kelola Layar Gadgetmu Bisa Menjadi Musuhmu

Kesederhanaan telah berubah, kini kehidupan terasa sangat modern. Era sekarang membuktikan bahwa segala sesuatu yang sulit dapat terselesaikan secara praktis. Yap, itulah dampak besar yang dapat kita lihat dari adanya teknologi. Penyampaian pesan yang dulunya membutuhkan waktu lama saat ini telah berbalik sejak adanya gadget. Segalanya terasa lebih cepat dan mudah seakan tak berjarak.

Siapa yang tidak tahu tentang gadget? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gadget berarti gawai atau suatu perangkat elektronik yang berukuran relatif kecil serta memiliki fungsi khusus dan praktis dalam penggunaannya. Gadget sendiri dapat berupa komputer atau laptop, PC dan juga telepon seluler atau smartphone. Hanya dengan sebuah gadget, seseorang dapat dengan sangat mudahnya mencari informasi yang mereka cari dalam segala aspek. Banyaknya aplikasi yang tersedia dalam gadget seperti internet, jejaring sosial, game, dan lain-lain. Hal tersebut menjadikan gadget menjadi populer. Kini segala rentang usia mulai dari kalangan anak hingga dewasa telah menjadi pengguna gadget. Bukan tanpa alasan, hal tersebut disimpulkan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (2017) bahwa hampir semua rentang usia masyarakat di Indonesia sudah bisa mengakses gadget khususnya internet. read more

Kenali dan Lindungi Organ Reproduksimu

Sistem reproduksi, ada kalanya kita sering mendengar dengan istilah sistem genital dalam pelajaran biologi dibangku sekolah, yang mana materi ini sedikit agak, atau mungkin terlalu banyak menimbulkan berbagai macam pemikiran. Namun, sebelum memikirkannya kembali, sedikit flashback (atau kilas balik) tentang pemahaman kita bahwa sistem reproduksi adalah sistem organ seks yang merupakan keseluruhan organ yang bertindak dalam reproduksi seksual suatu makhluk hidup, tentu, salah satunya manusia. sebelum kita bahas lebih mendalam topik ini, pesan dari salah satu guru si penulis pada saat di bangku sekolah, yaitu bahwasannya dalam tujuan pembelajaran dan ilmu pengetahuan yang lebih luas, topik ini bukan suatu hal yang vulgar atau tabu untuk dibicarakan, jadi tetap stay positif ya teman-teman.
Secara definisi, sistem reproduksi (REE-proh-DUK-tiv SIS-tem) merupakan jaringan, kelenjar, dan organ yang terlibat dalam menghasilkan keturunan (anak). Pada wanita, sistem reproduksi meliputi ovarium, saluran tuba, rahim, leher rahim, dan vagina. Pada pria, sistem reproduksi termasuknya prostat, testis, dan penis. Reproduksi pada manusia terjadi secara seksual, artinya terbentuknya individu baru diawali dengan bersatunya sel kelamin laki-laki (sperma) dan sel kelamin wanita (sel telur). Untuk dapat memahaminya dengan lebih baik maka penulis akan menyertakan ilustrasinya sebagai berikut :
1. Sistem Reproduksi Pria
Sistem ini terdiri dari sepasang testis dan jaringan saluran ekskretoris (epididimis, duktus deferens atau vas deferens, dan saluran ejakulasi), vesikula seminalis, prostat, kelenjar bulbourethral, dan penis. read more

Self-Acceptance: Emosimu Valid dan Kamu Berhak untuk Merasakannya!

Kehidupan mengajarkan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab dan peran masing-masing, contohnya sebagai seorang mahasiswa. Dalam bidang akademik, tingginya motivasi mahasiswa membuat pencapaian prestasi menjadi suatu target yang perlu dipenuhi sehingga timbul rasa cemas apabila kompetensi akademik yang dicapai rendah. Belum selesai masalah satu, muncul masalah lainnya hingga seringkali membuat diri merasa tertekan, tidak pantas, dan ingin menyerah. Timbul tuntutan dari diri sendiri untuk belajar dan berusaha agarmendapat penghargaan atau bahkan pengakuan orang lain. Ditambah padatnya jadwal ujian, tugas, rapat, membuat pikiran runyam hingga menimbulkan stress. Terlebih jika ada masalah pertemanan yang membuat diri ini marah dan menyalahkan diri sendiri. read more