Animal Assisted Therapy : Hewan Peliharaan Jadi Terapis Kejiwaan
Tahukah kamu, ternyata memelihara hewan kesayangan punya banyak manfaat buat kesehatan mental, lho. Ketika memelihara hewan, seseorang memiliki tanggung jawab untuk merawat hewan peliharaannya, seperti memberi makan, memandikan, ataupun memberi perhatian. Hal-hal seperti ini dapat membuat seseorang merasa memiliki tujuan dalam menjalani hidup sehari-hari (sense of purpose) sehingga dapat menjadi sumber kekuatan dan membuat seseorang lebih menghargai diri sendiri. Berinteraksi dengan hewan kesayangan dapat mengurangi kadar hormon stress seperti kortisol, adrenalin, dan aldosterone. Ketika hewan peliharaan menunjukkan kasih sayang kepada pemiliknya, hal ini akan menimbulkan perasaan diterima dan dimiliki, sehingga dapat mengurangi perasaan negatif. Selain itu, interaksi manusia dan hewan peliharaannya dapat membangun hubungan emosional yang positif dan mempengaruhi interaksi sosial sehingga seseorang akan lebih mudah berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Secara umum, interaksi dengan hewan merupakan afeksi yang sederhana, rileks, dan tanpa penghakiman. Oleh karena itu, hewan peliharaan dapat menjadi alternatif terapi bagi orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Terapi ini disebut animal-assisted therapy (AAT). AAT telah digunakan sebagai terapi bagi pasien dengan gangguan mental seperti kecemasan, depresi, post-traumatic stress disorder (PTSD), serta anak-anak dengan autism spectrum disorder (ASD). Sudah ada beberapa penelitian yang mendalami manfaat dari AAT ini.