Universitas Gadjah Mada UNIT KESEHATAN MAHASISWA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Visi Misi
    • Filosofi Lambang
    • Struktur Kepengurusan
  • Proker
  • Katalog
    • Perpustakaan
    • Artikel Kesehatan
    • Infografis Penelitian
    • Cerpen
    • Info Pelayanan
  • PIK-M
  • Home
  • Artikel Kesehatan 2018

Gaming Disorder

  • Artikel Kesehatan 2018, Uncategorized
  • 20 March 2018, 19.49
  • By :

Gambar 1. Guide game (1http://bgr.com/2016/12/07/gift-guide-gamers-2016/)

Game online maupun offline kini tengah digandrungi oleh banyak orang, terlebih adanya gadget atau smartphone lebih memudahkan para pemain game untuk bermain kapanpun dan di manapun tanpa kenal lelah. Jika Anda merupakan salah satu pecandu game dan dapat bermain game hingga belasan jam dalam sehari, sebaiknya anda harus mulai berhati-hati dan mengurangi kebiasaan itu. Hal ini disebabkan karena WHO (World Health Organization) telah memutuskan perilaku kecanduan bermain game (Gaming Disorder) ke dalam Internasional Statistical Classification of Disease and Related Health Problem (ICD ) revisi ke 11.

 

Gaming Disorder Diklasifikasikan pada ICD Sebagai Ganggu

 

an Perilaku

WHO telah mengklasifikasikan Gaming Disorder kedalam ICD revisi Ke-

 

11 sebagai gangguan kontrol terhadap permainan baik game digital maupun video game. Perilaku ini mengakibata

 

n penderita lebih memprioritaskan bermain game dibandingkan melakukan kegiatan dan aktivitas sehari-hari lainnya. Menurut WHO seseorang dikatakan terdiagnosis menderita Gaming Disorder apabila didapati pola tingkah laku pecandu cukup parah dan berpengaruh pada kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pendidikan dan pekerjaan, hal ini dapat dibuktikan paling tidak setelah dilakukan riset selama 12 bulan.

 

Seperti yang Telah Kita Bahas Sebelumnya, Gaming Disorder Ini Telah Diklasifikasikan Dalam ICD Revisi 11. Sebenarnya Apa Itu ICD?

Internasional Statistical Classification of Disease and Related Health Problem (ICD) adalah suatu Klasifikasi Penyakit berupa sistem kategori yang mengelompokkan suatu penyakit menurut kriteria yang telah disepakati. ICD Ini digunakan oleh praktisi medis di seluruh dunia untuk mendiagnosa penyakit dan masalah terkait. ICD bertujuan untuk menjadi klasifikasi diagnosis standard internasional, mencatat keperluan epidemiologi dan berbagai masalah upaya kesehatan. Dapat dipergunakan untuk menerjemahkan diagnosis penyakit dan masalah kesehatan dari kata menjadi kode atau sandi alfa-numerik, sehingga memudahkan untuk disimpan, dicari dan dianalisis kemudian. Indonesia sendiri menggunakan ICD 10 sebagai panduan penentuan diagnosis dan ICD 9 cm untuk tindakan. Saat ini WHO sedang mengupayakan pembaharuan ICD Revisi ke 11 dan akan dijadwalkan terbit pada pertengahan tahun 2018.

 

Mengapa Gaming Disorder diklasifikasikan dalam ICD-11?

Keputusan untuk memasukkan Gaming Disorder pada ICD-11 didasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh WHO dalam proses pengembangan ICD-11 berupa tinjauan yang telah diujikan oleh para ahli dari berbagai disiplin ilmu dan berbagai wilayah. Dengan diklasifikasikannya Game Disorder ini diharapkan dapat menjadi sorotan untuk pengembangan pengobatan dan ilmu terkait gangguan permainan yang telah menjamur di kalangan masyarakat seluruh dunia. Klasifikasi Gaming Disorder juga menghasilkan peningkatan perhatian para profesional kesehatan terhadap risiko pengembangan gangguan ini serta berbagai tindakan pencegahan yang dapat dilakukan.

 

Jadi bermain game itu dilarang?

Gambar 2. Efek negatif bermain game (3http://id.yarsi.ac.id/hati-hati-ini-dia-efek-negatif-bermain-game-3931)

Bermain game mungkin menjadi alternatif dalam melepaskan penat dan menjadi hiburan bagi sebagian orang. Terdapat pengecualian apabila bermain game hingga berjam-jam bahkan belasan jam maka, perlu diwaspadai terutama bila mengesampingkan aktivitas sehari-hari lainnya, apalagi jika sampai berpengaruh terhadap perubahan fungsi fisik, psikologis serta fungsi sosial. Hal-hal tersebut dapat dikaitkan sebagai efek dari bermain game secara berkepanjangan dengan durasi terlalu lama.

Bermain game tidaklah dilarang akan tetapi bermainlah sewajarnya saja. jangan sampai menghabiskan waktu. Tetaplah pada tujuan awal bermain game yang hanya sebagai teman dikala sendiri atau pelampiasan disaat rindu melanda, membuatmu lupa waktu. Pada akhirnya bermain game dapat mengenyampingkan hal dan aktivitas lain yang lebih berharga.

 

Penulis: Ayu Puwan Btary (DD32)

Sumber:

WHO.  2018.  ICD  EDUCATION.  Diakses  pada  10  Februari  2018  dari  http://www.who.int/classifications/icd/en/

WHO. 2018. Gaming Disorder. Diakses pada 9 Februari 2018 dari http://www.who.int/features/qa/gamingdisorder/en/

Related Posts

Dampak Kafein terhadap Pola Tidur dan Detak Jantung Mahasiswa: Studi Literatur

Artikel Kesehatan 2026 Friday, 27 March 2026

Artikel selengkapnya dapat diakses pada link berikut: Artikel Kesehatan_Dampak Kafein Terhadap Pola Tidur Dan Detak Jantung Mahasiswa ABSTRAK Latar Belakang: Mahasiswa merupakan kelompok usia produktif yang sering mengonsumsi kafein (kopi, teh, minuman energi) untuk menjaga […].

Hubungan Sarapan dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa: Studi Literatur

Artikel Kesehatan 2026 Monday, 2 March 2026

Artikel selengkapnya dapat diakses pada link berikut: Artikel Kesehatan_Hubungan Sarapan dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa_Studi Literatur ABSTRAK Latar Belakang: Konsentrasi belajar merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan akademik mahasiswa.

Kesehatan Mental Pria: Krisis Senyap yang Jarang Kita Sadar, Tapi Mengintai di Sekitar Kita

Artikel Kesehatan 2025 Sunday, 28 December 2025

Kesehatan Mental Pria: Krisis Senyap yang Jarang Kita Sadar, Tapi Mengintai di Sekitar Kita Penulis: Billy DD 39 Ketika mendengar kata ‘kesehatan mental’, sebagian besar orang membayangkan perempuan muda yang menangis atau seseorang yang sedang […].

DENTIFIKASI FITOKIMIA Spirulina platensis SEBAGAI PENURUN HIPERGLIKEMIA PADA DIABETES MELITUS TIPE 2

Artikel Kesehatan 2025 Sunday, 28 December 2025

IDENTIFIKASI FITOKIMIA Spirulina platensis SEBAGAI PENURUN HIPERGLIKEMIA PADA DIABETES MELITUS TIPE 2 Penulis: Ikmal DD 38 1. Spirulina platensis Mikroalga banyak digunakan di bidang industri tergantung jenis dan bentuk dari mikroalga tersebut.
Universitas Gadjah Mada

Gelanggang Mahasiswa UGM, Sayap Utara, Yogyakarta
+62815-1427-4898
ukesma@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada