Artikel selengkapnya dapat diakses pada link berikut:
Arkes 2 Ayu_Scroll Terus, Cemas Terus Mengenal Bahaya Doomscrolling bagi Mahasiswa
ABSTRAK
Latar Belakang: Mahasiswa merupakan pengguna media sosial yang sangat aktif sekaligus
menghadapi tuntutan akademik dan tekanan sosial, sehingga rentan terhadap doomscrolling, yaitu
kebiasaan menggulir konten negatif secara terus-menerus meskipun menimbulkan dampak emosional
yang merugikan. Kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kesehatan mental dan perilaku akademik
mahasiswa.
Tujuan: Mengetahui dampak doomscrolling terhadap kesehatan mental dan perilaku akademik
mahasiswa berdasarkan literatur berbahasa Indonesia.
Metode: Studi literatur terhadap lima artikel ilmiah berbahasa Indonesia yang terbit pada tahun 2025
sampai 2026. Artikel ditelusuri melalui Google Scholar dan ResearchGate dengan kata kunci
“doomscrolling”, “mahasiswa”, “kesehatan mental”, dan “kecemasan”, kemudian temuannya dianalisis
secara naratif.
Hasil: Kelima artikel (satu kuantitatif, tiga kualitatif, dan satu studi pustaka) melaporkan bahwa
doomscrolling berkaitan dengan gangguan kesehatan mental dan perilaku akademik mahasiswa.
Doomscrolling berpengaruh positif terhadap psychological distress dan dikaitkan dengan kecemasan,
overthinking, kelelahan mental, gangguan tidur, penurunan konsentrasi, serta prokrastinasi
akademik. Pemicunya meliputi rasa penasaran, fear of missing out (FOMO), kebutuhan mengurangi
ketidakpastian, serta algoritma dan desain platform media sosial.
Kesimpulan: Doomscrolling merupakan salah satu faktor risiko bagi kesehatan mental dan perilaku
akademik mahasiswa, tetapi bukan satu-satunya faktor. Diperlukan pengelolaan waktu layar, literasi
digital, dan layanan konseling di lingkungan kampus.
Kata kunci: doomscrolling; mahasiswa; kesehatan mental; prokrastinasi akademik; media sosial