Artikel selengkapnya dapat diakses pada link berikut:
Artikel Kesehatan_Dampak Kafein Terhadap Pola Tidur Dan Detak Jantung Mahasiswa
ABSTRAK
Latar Belakang: Mahasiswa merupakan kelompok usia produktif yang sering mengonsumsi kafein (kopi, teh, minuman energi) untuk menjaga kewaspadaan, terutama saat mengerjakan tugas dan menghadapi ujian. Konsumsi kafein yang berlebihan dapat mengganggu pola tidur dan memengaruhi detak jantung seperti palpitasi atau berdebar. Penelitian-penelitian terkini pada mahasiswa di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengonsumsi kafein secara rutin dan melaporkan kualitas tidur yang buruk serta keluhan jantung berdebar setelah konsumsi minuman berkafein.
Tujuan: Artikel ini bertujuan menjelaskan dampak konsumsi kafein pada mahasiswa terhadap pola tidur dan detak jantung berdasarkan hasil beberapa penelitian terkini, serta memberikan gambaran implikasinya bagi kesehatan mahasiswa.
Metode: Artikel disusun dengan pendekatan tinjauan pustaka naratif terhadap artikel jurnal ilmiah yang meneliti hubungan konsumsi kafein dengan pola tidur dan detak jantung pada mahasiswa kedokteran dan mahasiswa perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Hasil: Sejumlah studi menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki konsumsi kafein sedang hingga tinggi dan kualitas tidur yang cenderung buruk, serta terdapat hubungan bermakna antara tingginya konsumsi kafein dengan memburuknya pola tidur. Studi lain menemukan bahwa gejala efek samping yang sering muncul adalah kesulitan tidur dan palpitasi (jantung berdebar) setelah konsumsi kopi dan minuman energi.
Kesimpulan: Konsumsi kafein yang tinggi pada mahasiswa berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih buruk dan keluhan gangguan detak jantung seperti jantung berdebar. Edukasi mengenai batas aman konsumsi kafein dan manajemen waktu belajar diperlukan untuk mencegah gangguan kesehatan jangka panjang pada usia ini.
Kata kunci: Kafein, Mahasiswa, Palpitas