Kesederhanaan telah berubah, kini kehidupan terasa sangat modern. Era sekarang membuktikan bahwa segala sesuatu yang sulit dapat terselesaikan secara praktis. Yap, itulah dampak besar yang dapat kita lihat dari adanya teknologi. Penyampaian pesan yang dulunya membutuhkan waktu lama saat ini telah berbalik sejak adanya gadget. Segalanya terasa lebih cepat dan mudah seakan tak berjarak.
Siapa yang tidak tahu tentang gadget? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gadget berarti gawai atau suatu perangkat elektronik yang berukuran relatif kecil serta memiliki fungsi khusus dan praktis dalam penggunaannya. Gadget sendiri dapat berupa komputer atau laptop, PC dan juga telepon seluler atau smartphone. Hanya dengan sebuah gadget, seseorang dapat dengan sangat mudahnya mencari informasi yang mereka cari dalam segala aspek. Banyaknya aplikasi yang tersedia dalam gadget seperti internet, jejaring sosial, game, dan lain-lain. Hal tersebut menjadikan gadget menjadi populer. Kini segala rentang usia mulai dari kalangan anak hingga dewasa telah menjadi pengguna gadget. Bukan tanpa alasan, hal tersebut disimpulkan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (2017) bahwa hampir semua rentang usia masyarakat di Indonesia sudah bisa mengakses gadget khususnya internet.
Semakin berkembangnya gadget membuat bermunculannya dampak positif seperti memudahkan dalam mencari informasi, tetapi ada dampak negatif apabila digunakan dengan cara yang salah atau berlebihan terkhususnya bagi anak-anak. Tahukah kamu, ternyata perangkat gadget yang sering kita gunakan pada kenyataannya memancarkan sinar radiasi yang tidak bisa ditolak oleh tubuh. Gadget memiliki kemampuan dalam mengubah suara menjadi gelombang elektromagnetik layaknya radio. Pancaran dari gelombang tersebut serta letak gadget yang menempel di kepala dapat mengubah sel-sel otak hingga berkembang abnormal. Tak sampai situ aja, hal itu potensial menjadi sel kanker, lho. Sehingga efek radiasi yang berasal dari gadget akan sangat berbahaya jika sering digunakan.
Hasil tersebut sejalan dengan penelitian oleh Rahmat pada tahun 2019 bahwa seringkali kesehatan anak dapat berdampak apabila adanya perilaku berlebihan dalam penggunaan teknologi digital. Kelelahan pada mata akibat radiasi teknologi digital sangat berbahaya terhadap kesehatan dan perkembangan anak seperti mengakibatkan gangguan sistem imun atau kekebalan tubuh. Anak yang kecanduan gadget memiliki kecenderungan malas bergerak sehingga terjadi penumpukan lemak dan bisa mengakibatkan obesitas pada anak.
Berdasarkan riset yang dilakukan dan diterangkan dalam Hanika (2015) oleh salah satu perusahaan mobile Furry, kecenderungan orang untuk tergantung pada smartphone semakin hari semakin tinggi. Ketergantungan tersebut menyebabkan pola hubungan sosial di masyarakat modern pun menjadi berubah. Ada istilah “gadget menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh”. Itulah mengapa pengguna gadget bisa bersikap lebih individualis karena dianggap mengabaikan komunikasi dan interaksi terhadap lingkungan di sekitarnya. Terkadang pengguna tak sadar apabila telah mementingkan gadget yang ada ditangannya daripada menyapa orang di sekitar.
Penggunaan gadget sangat berkaitan erat dengan istilah . Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Oxford menemukan bahwa durasi maksimal penggunaan gadget bagi remaja yaitu 4 jam 17 menit karena apabila melebihi durasi tersebut maka gadget akan mengganggu kerja otak para remaja. Selain itu, dampak besar terasa juga pada buruknya kuantitas dan kualitas tidur. Kebiasaan bermain gadget hingga larut malam dapat memberikan dampak pada penurunan tingkat fokus serta rasa kantuk pada saat pembelajaran. Tidak hanya mengganggu jadwal tidur, terlalu lama bertatapan dengan layar gadget menjadikan seorang individu sulit untuk tertidur karena sinar biru dari gadget menyerupai cahaya di siang hari. Tentu saja itu perlu menjadi peringatan karena aktivitas tidur sudah termasuk kebutuhan yang sangat penting bagi manusia khususnya pada usia anak. Anak dengan kualitas tidur yang buruk akan berdampak pada masalah pertumbuhan, perkembangan, psikologi dan konsentrasinya.
Ketika melihat realitas masih terdapat dampak yang ternyata sangat nyata terjadi. Contohnya, membuat anak malas menulis dan membaca. Hal ini diakibatkan dari penggunaan gadget misalnya pada saat anak membuka video diaplikasi youtube anak cenderung melihat gambarnya saja tanpa harus menulis apa yang mereka cari. Selain itu, penurunan perkembangan kognitif anak berkaitan bagaimana individu mempelajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan serta menilai lingkungannya akan terhambat. Kemampuan berbahasa bisa juga terhambat, anak yang terbiasa menggunakan gadget akan cenderung diam, menutup diri dan enggan berkomunikasi dengan manusia yang ada di sekitarnya.
Lantas pertanyaannya, bagaimana cara agar bisa menggunakan gadget tetapi terhindar dari dampak buruknya? Ada beberapa solusi di antaranya bijak dalam mengontrol pemakaiannya dengan mengatur jadwal berdasarkan prioritas untuk apa saja gadget tersebut digunakan dan gunakan pembagian waktu yang sesuai agar tidak melebihi durasi maksimum. Apabila terasa sulit, bisa juga dibantu dengan adanya alarm waktu yang diatur sebagai pengingat waktu maksimum penggunaan gadget. Jadi, perlu dilakukan identifikasi sebaik mungkin untuk apa saja gadget itu digunakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan masing-masing kegiatan tersebut. Sebenarnya masih banyak sisi positif dan negatifnya dari penggunaan gadget, baik dari segi berkomunikasi, segi kesehatan, segi budaya, segi sosial, dan segi ekonomi. Nah, sekarang sudah tahu kan apa saja bahaya dari penggunaan gadget berlebihan? Maka dari itu perlu ada batasan-batasan penggunaan gadget tersebut. Ingat bahwa kontrol mengenai gadget ada pada diri sendiri. Berapa lama waktu yang dihabiskan untuk melihat gadget, apakah terlalu berlebihan atau tidak. Kemudian terkait dengan pencahayaan dan jarak pandang gadget harus sesuai dengan standar supaya tidak merusak mata.
Referensi :
Anonim (2020). Adiksi Smartphone Lebih Cenderung Terjadi Pada Remaja, Kok Bisa? Diakses dari https://psikologi.uinjkt.ac.id/adiksi-smartphone-lebih-cenderung-terjadi-pada-remaja-kok-bisa/ pada 11 Maret 2023.
Inka Chandra1, Florentianus Tat , B. Antonelda M. Wawo (2022). Pengaruh Durasi Bermain Gadget terhadap Kualitas Tidur pada Anak Usia Sekolah Kelas V dan VI. CHMK Health Journal, 6(1) 393-399. E-ISSN : 2615-1154.
Pratiwi, Hardiyanti. (2020). Screen Time dalam Perilaku Pengasuhan Gererasi Alpha pada Masa Tanggap Darurat Covid-19. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. 5. 265. 10.31004/obsesi.v5i1.544.
Santi, Herawati Ramli, & Sumiati. (2022). The Implications of Screentime for Children’s Health in Online Learning at 59 Siguntu Elementary School, Palopo City. Jurnal Life Birth, 6 (3), 119-132. https://doi.org/10.37362/jlb.v6i3.944
0 Comments