Universitas Gadjah Mada UNIT KESEHATAN MAHASISWA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Visi Misi
    • Filosofi Lambang
    • Struktur Kepengurusan
  • Proker
  • Katalog
    • Perpustakaan
    • Artikel Kesehatan
    • Infografis Penelitian
    • Cerpen
    • Info Pelayanan
  • PIK-M
  • Home
  • Artikel Kesehatan 2020

Dua Sisi Self-Diagnosis

  • Artikel Kesehatan 2020
  • 30 August 2020, 08.31
  • By :

Julia (DD 33)

Isu terkait kesehatan metal (mental health) ramai dibincangkan masyarakat sekarang ini, terutama anak muda. Maraknya isu kesehatan metal tersebut mendorong pihak-pihak tertentu untuk memberikan infomasi/penjelasan terkait kesehatan mental, ataupun mencoba untuk memberikan solusi terhadap mental seseorang yang sedang dalam keadaan buruk. Kesadaran terhadap kesehatan mental adalah langkah penting seseorang untuk mencari pertolongan/perhatian khusus (Schomerus dkk, 2019). Hal ini disebut sebagai self-identification, membuat seseorang lebih paham untuk mencari bantuan dan pulihNamun, tidak semua informasi yang ada berkualitas, ditulis oleh seorang profesional dalam bidang kesehatan, ataupun bijak ditanggapi oleh pembaca. Pembaca yang bisa jatuh dalam self-diagnosis dan memperburuk kondisi sesungguhnya.

Self-diagnosis adalah usaha mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang didapat secara mandiri melalui keluarga/teman/pengalaman sakit masa lalu/internet (Unisba, 2019). Informasi tentang kesehatan sangat banyak tersedia di internet, jadi masyarakat dengan mudah menerka-nerka penyakit yang dimilikinya (Pillay, 2010). Self-diagnosis yang tidak tepat dan berpegang teguh atas keputusan sendiri itu sangat berbahaya karena kesimpulan yang diambil bisa salah dan solusi yang dipilihpun salah juga (Jaya, 2019).
Diagnosis terhadap kesehatan mental yang benar dan tepat hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis profesional. Proses dalam diagnosis itu sangat rumit, yaitu harus dilihat dari gejala, keluhan, riwayat kesehatan, dan faktor lain yang dialami (Ayu, 2019). Diagnosis kesehatan tidak bisa hanya melalui tahap-tahap yang sederhana, perlu banyaknya pertimbangan. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa self diagnosis/self-identification adalah hal yang baik, langkah awal untuk seseorang mencari pertolongan. Namun, menurut penelitian tahun 2013, hanya setengahnya yang memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter/tenaga medis profesional (Ayu, 2019). Beberapa faktor lainnya yang mendorong seseorang melakukan self-diagnosis: keterbatasan biaya, waktu, akses layanan, kondisi pasien yang belum siap berobat, atau juga ketidaktahuan adanya tenaga medis yang menangani hal terkait (Jaya, 2019). Faktor biaya dan kekhawatiran pada umunya yang menghambat seseorang untuk lanjut berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.

Kesehatan mental ataupun fisik seseorang sangatlah penting. Langkah awalnya adalah adanya kesadaran individu itu sendiri. Dengan adanya informasi terkait kesehatan yang mudah didapat di internet dapat dimanfaatkan, tapi jangan tinggalkan proses untuk tetap berkonsultasi kepada dokter/tenaga medis profesional. Mendiagnosis diri sendiri bukanlah sepenuhnya hal yang baik/buruk. Self-diagnosis adalah suatu hal yang baik jika selanjutnya kita berkonsultasi pada tenaga medis profesional, dilain sisi bisa menjadi hal buruk jika kita menindakinya secara mandiri tanpa ada bimbingan profesional yang bisa membawa kepada kondisi yang semakin buruk.
Carilah dengan bijak informasi yang tepat terkait kesehatan. Jangan terlalu terpaku dengan naluri/pemikiran sendiri (karena yang melakukan self-diagnosis umumnya adalah seseorang yang tidak mempelajari bidang kesehatan secara rinci) karena pengetahuan diri terbatas. Segera konsultasikan pada dokter/tenaga medis profesioanl jika kondisi serius/bertambah buruk.

Sumber:
Unisba, Fakultas Psikologi. 2019. Self-Diagnose, Bagus untuk kesadaran akan sehat mental atau malah berbahaya? https://psikologi.unisba.ac.id/artikel-kegiatan-psycreticle-self-diagnose-muhammad-lazuard-ramdhani-10050017102/ (diakses 12 Agustus 2020).
Ayu, Diah. 2019. Self Diagnosis, Kebiasaan Mendiagnosis Diri Sendiri yang Bisa Berbahaya. https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/self-diagnosis-diri-sendiri/#gref (diakses 16 Agustus 2020).
Jaya, ES. 2019. Muncul Tren Anak Muda di Indonesia Merasa Punya Gangguan Mental Habis Nonton ‘Joker’. https://www.vice.com/id_id/article/ywax4b/muncul-tren-anak-muda-di-indonesia-merasa-punya-gangguan-mental-habis-nonton-joker (diakses 12 Agustus 2020).
Pillay, S. 2010. The Dangers of Self-Diagnosis. https://www.psychologytoday.com/us/blog/debunking-myths-the-mind/201005/the-dangers-self-diagnosis (diakses 12 Agustus 2020).
Schomerus, G, Muehlan, H, Auer C, Horsfield, P, Tomczyk, S, Freitag S, Lacko, SE, Schmidt, S, Stolzenburg, S. 2019. Validity and psychometirc properties of the Self-Identification as Having a Mental Illnes Scale (SELF-I) among currently untreated perseons with mental health problems.

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

Hubungan Sarapan dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa: Studi Literatur

Artikel Kesehatan 2026 Monday, 2 March 2026

Artikel selengkapnya dapat diakses pada link berikut: Artikel Kesehatan_Hubungan Sarapan dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa_Studi Literatur ABSTRAK Latar Belakang: Konsentrasi belajar merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan akademik mahasiswa.

Kesehatan Mental Pria: Krisis Senyap yang Jarang Kita Sadar, Tapi Mengintai di Sekitar Kita

Artikel Kesehatan 2025 Sunday, 28 December 2025

Kesehatan Mental Pria: Krisis Senyap yang Jarang Kita Sadar, Tapi Mengintai di Sekitar Kita Penulis: Billy DD 39 Ketika mendengar kata ‘kesehatan mental’, sebagian besar orang membayangkan perempuan muda yang menangis atau seseorang yang sedang […].

DENTIFIKASI FITOKIMIA Spirulina platensis SEBAGAI PENURUN HIPERGLIKEMIA PADA DIABETES MELITUS TIPE 2

Artikel Kesehatan 2025 Sunday, 28 December 2025

IDENTIFIKASI FITOKIMIA Spirulina platensis SEBAGAI PENURUN HIPERGLIKEMIA PADA DIABETES MELITUS TIPE 2 Penulis: Ikmal DD 38 1. Spirulina platensis Mikroalga banyak digunakan di bidang industri tergantung jenis dan bentuk dari mikroalga tersebut.

Ternyata Konsumsi Coklat Bisa Bikin Bahagia Loh!

Artikel Kesehatan 2025 Wednesday, 1 October 2025

Ternyata Konsumsi Coklat Bisa Bikin Bahagia Loh!  By: Dany Rizki Musyary DD 38 Siapa yang tidak suka cokelat? Selain enak, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi cokelat atau produk kakao khususnya yang kaya flavanol (dark chocolate) […].
Universitas Gadjah Mada

Gelanggang Mahasiswa UGM, Sayap Utara, Yogyakarta
+62815-1427-4898
ukesma@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada